Elden Ring mempertahankan karakteristik yang membuat Soulslike terkenal: pertarungan menantang, eksplorasi berbahaya, cerita yang tidak selalu dijelaskan secara langsung, serta kebebasan membangun karakter. Bedanya, semua unsur tersebut ditempatkan dalam dunia terbuka yang jauh lebih luas dibandingkan kebanyakan karya FromSoftware sebelumnya.
Hasilnya adalah sebuah game yang membuat pemain dapat menghabiskan puluhan jam hanya untuk menjelajahi wilayah awal, menemukan gua tersembunyi, mencoba senjata baru, atau mengikuti petunjuk samar menuju tempat yang belum pernah dikunjungi.
Tetapi apakah ukuran dunia yang besar otomatis menjadikan Elden Ring sebagai Soulslike terbaik?
Belum tentu. Bloodborne memiliki identitas pertarungan yang lebih agresif. Sekiro menawarkan sistem duel yang lebih terarah. Dark Souls pertama memiliki desain dunia saling terhubung yang masih sulit ditandingi.
Untuk memahami mengapa Elden Ring begitu sering ditempatkan di puncak genre, kita perlu melihat bukan hanya apa yang berhasil dilakukannya, tetapi juga apa yang dikorbankan untuk mencapai skala tersebut.

1. Elden Ring Mengubah Cara Pemain Menghadapi Kesulitan Soulslike
Dalam Dark Souls, pemain sering dihadapkan pada jalur yang relatif terbatas. Memang ada percabangan, area opsional, dan beberapa urutan progres yang bisa dipilih, tetapi struktur permainannya tetap lebih terarah.
Ketika menghadapi boss yang terlalu sulit, pilihan pemain biasanya berkisar pada mempelajari pola serangan, meningkatkan perlengkapan, mencari jalur alternatif yang tersedia, atau mengubah strategi.
Elden Ring memperluas pilihan tersebut secara drastis.
Misalnya, ketika pertama kali menghadapi Margit, the Fell Omen, pemain tidak harus terus mencoba sampai berhasil. Mereka bisa meninggalkan Stormveil Castle untuk sementara, menjelajahi Limgrave, pergi ke Weeping Peninsula, mencari Golden Seeds, mengumpulkan Smithing Stones, atau menemukan Ashes of War yang lebih sesuai dengan gaya bermain.
Setelah kembali, karakter mungkin sudah memiliki lebih banyak HP, senjata yang lebih kuat, dan pengalaman bertarung yang lebih baik.
Perubahan ini sangat penting karena Elden Ring tidak menghapus kesulitan Soulslike. Game tersebut memberikan lebih banyak cara untuk menghadapinya.
Pemain yang menyukai tantangan dapat menghadapi boss lebih awal dengan perlengkapan sederhana. Pemain yang lebih santai dapat melakukan eksplorasi terlebih dahulu.
Keduanya tetap memainkan game yang sama, tetapi mengalami perjalanan yang berbeda.
2. Lands Between Bukan Sekadar Peta Besar
Banyak game open-world memiliki peta luas. Namun, ukuran saja bukan alasan sebuah dunia terasa menarik.
Yang membuat Lands Between istimewa adalah cara FromSoftware membangun rasa penasaran.
Dari kejauhan, pemain bisa melihat kastel, reruntuhan, menara, pohon raksasa, atau bangunan aneh. Sering kali, tempat-tempat tersebut bukan sekadar latar belakang. Banyak di antaranya benar-benar dapat dikunjungi.
Game ini juga tidak selalu mengarahkan pemain menggunakan daftar tugas yang panjang. Sebaliknya, pemain didorong mengamati lingkungan dan mengikuti rasa ingin tahu.
Ketika menemukan pintu masuk gua di tebing atau lift yang membawa karakter jauh ke bawah tanah, pengalaman tersebut terasa seperti penemuan pribadi.
Contoh paling berkesan adalah ketika pemain pertama kali memasuki wilayah bawah tanah seperti Siofra River. Perubahan suasana dari dataran terbuka menjadi dunia bawah tanah yang luas memberikan kejutan yang sulit diperoleh dari sekadar mengikuti penanda quest.
Inilah salah satu keunggulan Elden Ring: eksplorasi tidak hanya menjadi perjalanan menuju objektif, tetapi bagian utama dari hadiah permainan.
3. Kebebasan Build Membuat Elden Ring Bisa Dimainkan dengan Banyak Cara
Kalau ada satu aspek yang membuat Elden Ring unggul dibandingkan beberapa Soulslike lain, jawabannya adalah fleksibilitas membangun karakter.
Pemain dapat menggunakan pedang besar, katana, tombak, senjata jarak jauh, sorcery, incantation, atau kombinasi beberapa pendekatan.
Ashes of War memungkinkan pemain mengubah kemampuan senjata dan, pada perlengkapan yang mendukung, menyesuaikan affinity untuk kebutuhan build tertentu.
Spirit Ashes juga menambahkan pilihan bantuan dalam banyak pertarungan, sehingga pemain tidak selalu harus menghadapi musuh sendirian.
Perhatikan perbedaannya dengan Sekiro.
Dalam Sekiro, pemain terutama mengembangkan penguasaan terhadap sistem pertarungan Wolf, termasuk deflection, posture, dan penggunaan prosthetic tools. Kebebasan mengubah gaya bermain tetap ada, tetapi tidak seluas Elden Ring.
Elden Ring mengambil pendekatan sebaliknya. Jika sebuah boss terasa sulit dengan senjata berat, pemain dapat mencoba senjata lebih cepat. Jika pertarungan jarak dekat terasa terlalu berbahaya, mereka bisa bereksperimen dengan sihir atau serangan jarak jauh.
Keberagaman ini meningkatkan nilai bermain ulang. Karakter Strength dan karakter Intelligence dapat menghadapi dunia yang sama dengan strategi sangat berbeda.
Namun, fleksibilitas juga membawa masalah: tidak semua build memiliki tingkat efektivitas yang seimbang.
Beberapa kombinasi perlengkapan dan kemampuan dapat membuat pertarungan jauh lebih mudah daripada pendekatan lain. Hal tersebut memberikan kebebasan, tetapi juga mempersulit FromSoftware menjaga tingkat tantangan yang konsisten.
4. Elden Ring Berhasil Menjangkau Pemain yang Sebelumnya Menghindari Soulslike
Selama bertahun-tahun, seri Souls memiliki reputasi sebagai game yang tidak cocok untuk semua orang.
Kesulitan tinggi, penjelasan mekanik yang terbatas, dan hukuman ketika karakter mati membuat sebagian pemain ragu mencoba.
Elden Ring tidak menghilangkan identitas tersebut. Namun, struktur open-world membantu pemain menemukan ritme belajar yang lebih fleksibel.
Pemain baru dapat menghabiskan waktu menghadapi musuh biasa, mencoba senjata, dan memahami dodge sebelum bertarung melawan boss besar.
Keberadaan Spirit Ashes dan kemungkinan memanggil bantuan juga memberikan pilihan tambahan, meskipun penggunaannya bergantung pada area dan aturan permainan.
Yang menarik, pendekatan ini tidak sepenuhnya mengorbankan pemain berpengalaman.
Veteran Soulslike masih dapat memilih tantangan yang lebih berat, seperti bermain tanpa summon, membatasi level, atau menggunakan perlengkapan tertentu.
Dengan demikian, Elden Ring mampu menampung pemain yang memiliki tingkat pengalaman dan preferensi berbeda.
5. Boss Elden Ring Menjadi Salah Satu Daya Tarik Terbesar
Boss merupakan bagian penting dari identitas FromSoftware, dan Elden Ring memiliki banyak pertarungan yang mudah diingat.
Starscourge Radahn menawarkan pertarungan dengan skala besar. Morgott memberikan duel yang menuntut pembacaan pola serangan. Maliketh menghadirkan gerakan agresif yang dapat menghukum pemain yang terlalu lama berada dalam jangkauannya.
Sementara itu, Malenia menjadi salah satu boss yang paling banyak diperdebatkan karena kemampuan memulihkan HP ketika serangannya mengenai target serta gerakan Waterfowl Dance yang sulit ditangani tanpa latihan.
Setiap boss tersebut memiliki karakteristik yang berbeda.
Namun, mengatakan Elden Ring memiliki boss terbaik dalam seluruh sejarah Soulslike tetap merupakan penilaian subjektif.
Sebagian pemain menganggap duel seperti Isshin, the Sword Saint dalam Sekiro lebih memuaskan karena pertarungannya dibangun di sekitar sistem deflection yang sangat terarah.
Penggemar Bloodborne mungkin lebih menyukai Ludwig atau Lady Maria karena tempo pertarungan dan atmosfernya.
Elden Ring unggul dalam variasi dan skala, tetapi belum tentu selalu unggul dalam konsistensi kualitas setiap pertarungan.
6. Cerita Elden Ring Memberikan Ruang Besar untuk Interpretasi
Seperti karya FromSoftware lainnya, Elden Ring tidak menyampaikan seluruh cerita melalui dialog panjang dan cutscene.
Banyak informasi mengenai dunia disampaikan melalui deskripsi item, lokasi, karakter NPC, dan hubungan antara peristiwa yang tidak selalu dijelaskan secara langsung.
Keterlibatan George R. R. Martin dalam pembangunan latar mitologi dunia juga menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian sebelum game dirilis.
Namun, kekuatan narasi Elden Ring bukan hanya berasal dari nama besar penulis tersebut.
FromSoftware berhasil menciptakan dunia yang memiliki sejarah, konflik keluarga, ambisi politik, dan pertanyaan mengenai kekuasaan serta tatanan dunia.
Tokoh seperti Marika, Radagon, Ranni, dan para demigod tidak hanya berfungsi sebagai karakter yang harus ditemukan atau dikalahkan. Mereka menjadi bagian dari misteri yang mendorong pemain mencari hubungan antarkejadian.
Kelemahannya, gaya penceritaan semacam ini tidak cocok untuk semua orang.
Pemain yang menginginkan alur cerita jelas dengan penjelasan langsung mungkin merasa kebingungan atau harus mencari informasi tambahan untuk memahami sebagian peristiwa.
7. Mengapa Dark Souls Masih Bisa Dianggap Lebih Baik?
Meski Elden Ring memiliki dunia lebih luas, Dark Souls pertama tetap memiliki keunggulan dalam desain dunia yang saling terhubung.
Lordran dibangun dengan hubungan geografis yang membuat pemain dapat menemukan jalan pintas dan menyadari bahwa area yang tampak terpisah sebenarnya terhubung.
Ketika membuka pintu atau lift yang kembali menuju lokasi lama, pemain mendapatkan rasa puas karena memahami struktur dunia.
Elden Ring menghadirkan pengalaman berbeda melalui eksplorasi skala besar, tetapi tidak selalu memiliki kepadatan hubungan antarlokasi seperti Lordran.
Selain itu, beberapa legacy dungeon Elden Ring justru terasa paling menarik ketika permainan kembali menggunakan pendekatan level yang lebih terarah.
Stormveil Castle dan Leyndell menunjukkan bahwa kekuatan desain level FromSoftware tidak sepenuhnya bergantung pada dunia terbuka.
Karena itu, pemain yang lebih menghargai dunia padat dan saling terhubung mungkin tetap memilih Dark Souls sebagai karya terbaik.
8. Mengapa Bloodborne Masih Memiliki Identitas yang Sulit Ditandingi?
Bloodborne mengambil pendekatan yang berbeda dari Elden Ring.
Game tersebut mengutamakan pertarungan agresif melalui sistem Rally, senjata transformasi, dan penggunaan senjata api untuk membuka kesempatan visceral attack.
Atmosfer Yharnam juga memiliki identitas visual yang sangat kuat. Perpaduan horor gotik dan kosmik menciptakan pengalaman yang berbeda dari fantasi epik Lands Between.
Elden Ring menawarkan lebih banyak variasi build dan wilayah, tetapi Bloodborne terasa lebih fokus dalam beberapa aspek desainnya.
Ketika memainkan Bloodborne, hampir seluruh sistem utamanya mendorong pemain menghadapi musuh dengan keberanian dan tekanan ofensif.
Itulah sebabnya sebagian penggemar menganggap Bloodborne lebih unggul dari sisi konsistensi atmosfer dan filosofi pertarungan.

9. Sekiro Membuktikan bahwa Sistem Pertarungan yang Terarah Juga Bisa Unggul
Sekiro: Shadows Die Twice sering dibicarakan bersama Soulslike, meskipun sistem perkembangan karakter dan pertarungannya berbeda cukup jauh dari Dark Souls maupun Elden Ring.
Alih-alih menawarkan puluhan kategori senjata dan distribusi atribut seperti Elden Ring, Sekiro menempatkan fokus besar pada penguasaan deflection dan posture.
Ketika pemain akhirnya memahami ritme duel, pertarungan dapat terasa seperti percakapan antara dua petarung yang saling membaca gerakan.
Keterbatasan pilihan build justru membantu pengembang merancang boss dengan asumsi yang lebih jelas mengenai kemampuan dasar pemain.
Elden Ring tidak memiliki keuntungan tersebut karena harus mengakomodasi begitu banyak kombinasi senjata, sihir, dan bantuan.
Jadi, jika ukuran penilaian adalah presisi sistem duel, Sekiro memiliki argumen yang sangat kuat.
10. Perbandingan Elden Ring dengan Soulslike Lain
Setiap game memiliki keunggulan yang berbeda. Tabel berikut merangkum karakteristik desain utamanya, bukan memberikan peringkat mutlak.
| Game | Keunggulan Utama | Keterbatasan Relatif |
|---|---|---|
| Elden Ring | Eksplorasi open-world, variasi build, kebebasan progres | Konten berulang dan keseimbangan build |
| Dark Souls Remastered | Desain dunia saling terhubung dan atmosfer | Pertarungan lebih lambat dan beberapa sistem terasa tua |
| Dark Souls III | Boss, tempo pertarungan, dan level yang terarah | Eksplorasi kurang bebas dibanding Elden Ring |
| Bloodborne | Pertarungan agresif, atmosfer horor, Trick Weapons | Variasi build dan akses platform lebih terbatas |
| Sekiro | Deflection, posture, dan duel yang presisi | Lebih sedikit variasi gaya bertarung RPG |
| Lies of P | Perfect Guard, sistem perakitan senjata, identitas visual | Eksplorasi lebih linear |
Dari perbandingan tersebut, terlihat bahwa Elden Ring memiliki kekuatan terbesar dalam memberikan pilihan kepada pemain.
Namun, pemain yang lebih menyukai sistem pertarungan terarah atau atmosfer tertentu bisa memiliki preferensi berbeda.
11. Kelemahan Terbesar Elden Ring: Dunia Besar Tidak Selalu Berarti Konten Lebih Baik
Salah satu kritik paling masuk akal terhadap Elden Ring adalah pengulangan konten.
Ketika menjelajahi Lands Between, pemain akan menemukan sejumlah boss dan jenis musuh yang muncul kembali dalam variasi lokasi atau kombinasi berbeda.
Pada awal permainan, menemukan dungeon tersembunyi terasa menyenangkan. Namun, setelah puluhan jam, sebagian dungeon kecil mulai terasa memiliki pola yang mirip.
Pengulangan boss juga dapat mengurangi kesan istimewa dari pertemuan pertama.
Masalah ini bukan berarti seluruh konten opsional Elden Ring buruk. Banyak area sampingan menawarkan hadiah menarik dan pengalaman yang berkesan.
Tetapi skala dunia yang sangat besar memang menciptakan tantangan tersendiri dalam mempertahankan kualitas setiap pertemuan.
Di sinilah game yang lebih linear seperti Sekiro atau Lies of P memiliki keunggulan desain: pengalaman pemain dapat diatur dengan lebih ketat.
12. Kebebasan Elden Ring Terkadang Membuat Tingkat Kesulitan Tidak Konsisten
Kebebasan build merupakan kekuatan sekaligus kelemahan Elden Ring.
Dua pemain dapat menghadapi boss yang sama dengan tingkat kesulitan sangat berbeda.
Karakter yang menggunakan perlengkapan sangat efektif, summon, dan senjata yang sudah diperkuat mungkin menyelesaikan pertarungan dengan relatif mudah.
Sementara itu, pemain lain yang menggunakan senjata sederhana dan membatasi bantuan dapat menghadapi tantangan jauh lebih berat.
Perbedaan tersebut merupakan bagian dari kebebasan bermain, tetapi membuat diskusi mengenai kesulitan boss sering menjadi tidak seimbang.
Ketika seseorang mengatakan sebuah boss terlalu mudah atau terlalu sulit, pengalaman tersebut mungkin sangat dipengaruhi oleh build yang digunakan.
Ini berbeda dari Sekiro, yang memiliki fondasi pertarungan lebih seragam untuk sebagian besar pemain.
13. Shadow of the Erdtree Memperkuat Sekaligus Menguji Formula Elden Ring
Ekspansi Shadow of the Erdtree memperlihatkan bahwa FromSoftware masih dapat mengembangkan formula Elden Ring melalui wilayah baru, dungeon, musuh, dan sistem progres khusus ekspansi.
Realm of Shadow menawarkan eksplorasi dengan hubungan vertikal yang menarik, sehingga pemain tidak selalu dapat menilai akses suatu wilayah hanya berdasarkan tampilan peta.
Scadutree Fragments juga menjadi bagian penting dari progres karakter di ekspansi, karena meningkatkan kemampuan ofensif dan defensif dalam Realm of Shadow.
Namun, ekspansi tersebut juga memperkuat perdebatan mengenai kesulitan boss, kepadatan serangan, dan bagaimana pemain seharusnya menggunakan seluruh sistem bantuan yang tersedia.
Bagi sebagian pemain, Shadow of the Erdtree membuktikan kemampuan FromSoftware terus menghadirkan tantangan baru.
Bagi pemain lain, beberapa pertarungannya justru menunjukkan batas pendekatan desain boss yang semakin agresif.
Kedua penilaian tersebut dapat muncul dari pengalaman bermain yang berbeda.
14. Penghargaan dan Popularitas Bukan Satu-Satunya Ukuran Kualitas
Elden Ring memperoleh pengakuan besar ketika dirilis, termasuk memenangkan Game of the Year pada The Game Awards 2022.
Penghargaan tersebut menunjukkan besarnya apresiasi industri terhadap pencapaian game ini.
Namun, penghargaan bukan bukti bahwa semua aspek Elden Ring lebih baik daripada game lain.
Sebuah game dapat menjadi karya yang sangat berpengaruh tanpa harus unggul dalam setiap kategori.
Bloodborne mungkin lebih disukai karena atmosfernya. Dark Souls bisa lebih berkesan karena desain dunianya. Sekiro dapat terasa lebih memuaskan bagi pemain yang menyukai duel presisi.
Penilaian terhadap game terbaik selalu dipengaruhi oleh aspek yang dianggap paling penting oleh masing-masing pemain.
15. Jadi, Apakah Elden Ring Benar-Benar Soulslike Terbaik?
Jika ukuran penilaiannya adalah kebebasan eksplorasi, variasi build, jumlah pendekatan untuk mengatasi tantangan, dan kemampuan menjangkau pemain dengan preferensi berbeda, Elden Ring memiliki argumen yang sangat kuat.
Game ini berhasil membawa filosofi FromSoftware ke skala yang jauh lebih luas tanpa sepenuhnya kehilangan identitasnya.
Namun, jika yang dicari adalah desain dunia yang padat dan saling terhubung, Dark Souls pertama mungkin masih lebih memuaskan.
Jika prioritasnya atmosfer horor dan pertarungan agresif, Bloodborne tetap menjadi pesaing kuat.
Jika yang paling dihargai adalah duel dengan sistem mekanik yang sangat terarah, Sekiro memiliki keunggulan tersendiri.
Dengan kata lain, Elden Ring tidak harus menjadi game terbaik dalam semua aspek untuk layak dianggap sebagai salah satu pencapaian terbesar genre Soulslike.
Kesimpulan: Elden Ring Unggul karena Memberikan Kebebasan, Bukan Karena Sempurna
Alasan utama Elden Ring sering dianggap Soulslike terbaik bukan sekadar karena dunianya luas, boss-nya sulit, atau jumlah senjatanya banyak.
Keunggulan terbesarnya terletak pada bagaimana seluruh sistem tersebut memberikan kebebasan kepada pemain.
Kamu bisa menjelajahi dunia tanpa terburu-buru, mengembangkan karakter sesuai gaya bermain, meninggalkan boss yang terlalu sulit, lalu kembali ketika sudah lebih siap.
Pengalaman tersebut membuat Elden Ring terasa lebih terbuka terhadap berbagai tipe pemain tanpa menghilangkan tantangan yang menjadi ciri khas FromSoftware.
Tentu saja, game ini tidak sempurna. Pengulangan konten, keseimbangan build, dan desain beberapa boss tetap layak dikritik.
Namun, ketika sebuah game mampu menggabungkan eksplorasi yang memancing rasa penasaran, kebebasan RPG, dan pertarungan menantang dalam satu dunia besar, tidak mengherankan jika banyak orang menempatkannya di antara Soulslike terbaik yang pernah dibuat.
Elden Ring mungkin bukan Soulslike terbaik untuk semua orang. Tetapi sebagai game yang memberikan kebebasan luar biasa untuk menentukan bagaimana perjalanan seorang Tarnished berlangsung, posisinya di puncak perdebatan tersebut sangat mudah dipahami.












Tinggalkan Balasan