Ada satu fase yang mungkin pernah dialami hampir semua penggemar Soulslike. Kamu sudah mengalahkan boss tersulit, menemukan senjata favorit, menyelesaikan cerita, dan mungkin mengulang permainan melalui New Game Plus. Namun, ketika membuka game yang sama untuk kesekian kalinya, antusiasme itu tidak lagi sebesar sebelumnya.Hal tersebut juga bisa terjadi ketika bermain Lies of P.

Game buatan NEOWIZ dan Round8 Studio ini berhasil menawarkan pertarungan menantang, dunia bergaya Belle Époque yang kelam, serta sistem senjata unik. Tetapi sehebat apa pun sebuah permainan, bukan berarti semua pemain ingin mengulang pengalaman yang sama selamanya.

Setelah cukup lama menjelajahi Krat, menghadapi Puppet King, atau berlatih Perfect Guard, mungkin kamu mulai bertanya: game apa lagi yang layak dimainkan?

Jawabannya tidak harus selalu Dark Souls, Elden Ring, atau Soulslike lainnya.

Steam memiliki banyak genre yang dapat memberikan pengalaman berbeda, mulai dari action RPG, survival, strategi, simulasi, hingga game indie yang menawarkan ide tidak biasa.

Jika kamu sedang mencari inspirasi untuk petualangan berikutnya, GuideFall.com bisa menjadi salah satu tempat untuk membaca berita, review, dan pembahasan game sebelum memutuskan judul mana yang ingin dicoba.

Mengapa Pemain Bisa Bosan dengan Lies of P?

Lies of P merupakan game yang sangat bergantung pada kemampuan pemain memahami sistem pertarungannya.

Ketika pertama kali menghadapi boss, kamu harus mempelajari pola serangan, menyesuaikan timing Perfect Guard, dan mencari kesempatan untuk membalas serangan.

Proses tersebut memberikan kepuasan tersendiri. Boss yang sebelumnya terasa mustahil perlahan menjadi lebih mudah ketika kamu mulai mengenali setiap gerakannya.

Namun, setelah menguasai mekanik permainan, sebagian tantangan mulai kehilangan unsur kejutan.

Kamu sudah mengetahui lokasi musuh, memahami strategi menghadapi boss, dan mengenali senjata yang paling cocok untuk gaya bermainmu.

Walaupun New Game Plus dan eksperimen build dapat memperpanjang waktu bermain, tidak semua pemain menikmati pengulangan yang sama.

Rasa bosan tersebut bukan berarti Lies of P adalah game yang buruk. Terkadang, pemain hanya membutuhkan pengalaman baru.

1. Tidak Semua Game Setelah Lies of P Harus Soulslike

Kesalahan yang cukup mudah dilakukan penggemar Soulslike adalah mencari game baru yang terlalu mirip dengan permainan sebelumnya.

Setelah menyelesaikan Lies of P, mungkin kamu langsung mencari judul yang memiliki dodge, parry, stamina, dan boss dengan beberapa fase.

Pendekatan itu masuk akal jika kamu masih menikmati tantangan serupa. Namun, jika penyebab kejenuhan justru berasal dari pola permainan yang berulang, berpindah ke Soulslike lain mungkin tidak menyelesaikan masalah.

Cobalah mempertimbangkan genre yang benar-benar berbeda.

Game survival menawarkan tantangan mengelola sumber daya. Game strategi menguji kemampuan membuat keputusan. Game simulasi memberikan kepuasan melalui pembangunan dan pengelolaan sistem.

Sementara itu, RPG berbasis cerita dapat memberikan pengalaman yang lebih berfokus pada karakter, dialog, dan pilihan pemain.

Kamu tidak harus meninggalkan Soulslike selamanya. Mengambil jeda dari genre favorit justru bisa membuat pengalaman kembali bermain terasa lebih segar.

2. Kalau Masih Suka Pertarungan Sulit, Coba Action RPG Lain

Bagi pemain yang menyukai Lies of P karena sistem pertarungannya, action RPG merupakan genre yang paling mudah dijadikan langkah berikutnya.

Namun, jangan hanya melihat apakah sebuah game memiliki boss sulit.

Perhatikan juga bagaimana game tersebut mengatur mobilitas karakter, variasi senjata, sistem peningkatan kemampuan, dan desain level.

Misalnya, Sekiro: Shadows Die Twice menawarkan pertarungan yang sangat menekankan deflection dan penguasaan ritme. Pendekatan ini memiliki kesamaan tertentu dengan Perfect Guard dalam Lies of P, tetapi tetap menghadirkan identitas tersendiri.

Sementara itu, Monster Hunter menawarkan pertarungan melawan monster besar dengan fokus pada penguasaan senjata, persiapan perlengkapan, dan pengamatan gerakan lawan.

Keduanya bukan pengganti langsung Lies of P. Justru perbedaan sistem tersebut dapat membuat pengalaman bermain terasa lebih menarik.

3. Game Indie Steam Sering Menawarkan Ide yang Tidak Terduga

Ketika mencari game baru, pemain terkadang terlalu fokus pada judul AAA yang memiliki anggaran pemasaran besar.

Padahal, salah satu daya tarik Steam adalah banyaknya game indie dengan pendekatan kreatif.

Game indie tidak selalu memiliki grafis realistis atau dunia yang sangat luas. Sebagian justru unggul melalui mekanik sederhana yang dikembangkan secara mendalam.

Ada game yang berfokus pada eksplorasi misteri, pengelolaan toko, pembangunan kota, hingga sistem pertarungan yang menggabungkan beberapa genre.

Karena itu, jangan langsung mengabaikan game hanya karena tampilannya berbeda dari Lies of P.

Pengalaman yang paling berkesan terkadang datang dari judul yang sebelumnya tidak pernah kamu pertimbangkan.

4. Jangan Membeli Game Baru Hanya karena Sedang Trending

Steam sering menghadirkan game yang mendadak populer melalui ulasan pemain, konten kreator, atau diskusi komunitas.

Popularitas memang dapat menjadi petunjuk bahwa sebuah game menarik perhatian banyak orang. Namun, popularitas tidak selalu berarti game tersebut cocok untuk seleramu.

Sebelum membeli, perhatikan beberapa hal penting.

  • Gameplay: apakah aktivitas utamanya benar-benar menarik bagimu?
  • Durasi permainan: apakah kamu menginginkan pengalaman singkat atau petualangan panjang?
  • Persyaratan perangkat: apakah PC milikmu mampu menjalankannya dengan nyaman?
  • Review pemain: apakah ada masalah performa atau desain yang sering dikeluhkan?
  • Harga: apakah game tersebut sesuai dengan anggaran hiburanmu?

Menonton beberapa cuplikan gameplay dan membaca review dapat membantu mengurangi risiko membeli game yang ternyata tidak sesuai harapan.

5. Cari Game Steam Baru Melalui GuideFall.com

Jika kamu tidak ingin menghabiskan waktu hanya untuk menelusuri halaman Steam satu per satu, membaca situs editorial gaming dapat membantu mempersempit pilihan.

Salah satu situs yang bisa kamu kunjungi adalah GuideFall.com.

Melalui situs tersebut, kamu dapat mencari pembahasan mengenai game, mengikuti informasi industri gaming, dan menemukan topik yang mungkin belum pernah kamu pertimbangkan sebelumnya.

Namun, tetap gunakan informasi yang kamu temukan sebagai bahan pertimbangan. Untuk memastikan harga, tanggal rilis, persyaratan sistem, dan ketersediaan game, periksa juga halaman Steam resminya.

Dengan cara ini, kamu tidak hanya mengikuti tren, tetapi membuat keputusan berdasarkan jenis pengalaman yang memang ingin dimainkan.

6. Bagaimana Menentukan Game yang Cocok Setelah Lies of P?

Daripada langsung membeli judul yang paling banyak dibicarakan, coba identifikasi terlebih dahulu bagian Lies of P yang paling kamu sukai.

Hal yang Kamu Sukai dari Lies of P Genre yang Bisa Dicoba
Pertarungan boss yang menantang Action RPG, boss-rush
Perfect Guard dan timing serangan Action game berbasis parry
Dunia gelap dan penuh misteri Horror, mystery adventure
Eksperimen senjata dan build RPG, action roguelike
Eksplorasi dan penemuan rahasia Metroidvania, exploration RPG
Ingin sesuatu yang santai Simulation, farming, cozy game

Tabel ini bukan aturan mutlak. Tujuannya adalah membantu kamu memahami alasan menyukai sebuah game, sehingga pilihan berikutnya tidak hanya didasarkan pada kemiripan visual atau label genre.

7. Kadang-Kadang Game Santai Justru Menjadi Pilihan Terbaik

Ilustrasi game untuk artikel tentang Lies of P dan rekomendasi game Steam
Temukan pengalaman gaming baru setelah menyelesaikan Lies of P.

Setelah menghabiskan waktu lama menghadapi boss sulit, mungkin kamu tidak membutuhkan tantangan yang lebih berat.

Bayangkan berpindah dari pertarungan melawan Nameless Puppet ke game yang hanya meminta kamu membangun kebun, mengelola toko, atau menjelajahi dunia tanpa tekanan besar.

Perubahan tersebut mungkin terdengar ekstrem, tetapi justru bisa menjadi pengalaman menyenangkan.

Game tidak selalu harus membuat pemain tegang untuk memberikan kepuasan.

Ada kesenangan tersendiri ketika melihat hasil pembangunan, mengumpulkan sumber daya, atau menyelesaikan tujuan kecil tanpa harus mengulang pertarungan puluhan kali.

Jika kamu mulai merasa lelah dengan genre Soulslike, mencoba game santai bukan berarti kemampuan bermainmu menurun. Kamu hanya sedang mencari bentuk hiburan yang berbeda.

8. Manfaatkan Wishlist Steam Sebelum Membeli

Salah satu kebiasaan yang bisa membantu pemain mengatur pengeluaran adalah menggunakan fitur wishlist Steam.

Ketika menemukan game yang terlihat menarik, kamu tidak harus langsung membelinya.

Masukkan ke wishlist, baca review tambahan, lalu tunggu sampai kamu benar-benar yakin ingin memainkannya.

Fitur ini juga memudahkan kamu memantau diskon tanpa harus terus mencari judul yang sama.

Namun, diskon besar bukan alasan untuk membeli game yang sebenarnya tidak ingin dimainkan.

Game yang dibeli dengan harga murah tetapi tidak pernah dimainkan tetap merupakan pengeluaran.

9. Tidak Ada Salahnya Kembali ke Lies of P Nanti

Berpindah ke game baru tidak berarti kamu harus melupakan Lies of P.

Justru, mengambil jeda dapat membuat pengalaman kembali bermain terasa berbeda.

Setelah menikmati game strategi, survival, atau RPG lain, kamu mungkin kembali ke Krat dengan pendekatan baru.

Kamu bisa mencoba senjata yang sebelumnya diabaikan, menggunakan build berbeda, atau mengulang boss yang dulu paling sulit.

Permainan yang bagus tidak harus dimainkan terus-menerus agar tetap berharga.

Terkadang, pengalaman terbaik datang ketika kita kembali setelah cukup lama meninggalkannya.

10. Jangan Sampai Mencari Game Baru Justru Menjadi Kebiasaan Belanja

Ada ironi yang sering terjadi ketika pemain merasa bosan dengan sebuah game.

Alih-alih mencari tahu apa yang sebenarnya diinginkan, mereka membeli banyak judul baru dengan harapan salah satunya akan mengembalikan antusiasme bermain.

Hasilnya, perpustakaan Steam semakin penuh, tetapi sebagian besar game hanya dimainkan beberapa jam.

Karena itu, cobalah membatasi jumlah game yang dibeli dalam satu waktu.

Pilih satu judul yang benar-benar menarik, mainkan dengan cukup serius, lalu evaluasi apakah pengalaman tersebut sesuai harapan.

Dengan pendekatan ini, mencari game baru menjadi kegiatan yang menyenangkan, bukan perlombaan mengumpulkan koleksi digital.

Kesimpulan: Setelah Lies of P, Masih Banyak Dunia yang Layak Dijelajahi

Lies of P merupakan salah satu contoh bagaimana formula Soulslike dapat dikembangkan melalui identitas visual, mekanik senjata, dan pertarungan yang khas.

Namun, tidak ada game yang harus dimainkan selamanya.

Jika kamu mulai bosan menjelajahi Krat, tidak ada salahnya mencari pengalaman baru. Kamu bisa mencoba action RPG dengan sistem pertarungan berbeda, game indie eksperimental, survival, strategi, atau bahkan simulasi yang lebih santai.

Yang terpenting bukan mencari game yang paling mirip dengan Lies of P, melainkan menemukan permainan yang membuatmu kembali penasaran untuk menekan tombol Play.

Untuk mencari inspirasi game berikutnya, kunjungi GuideFall.com dan lihat pembahasan gaming yang tersedia.

Karena setelah semua pertarungan melawan puppet dan monster di Krat, mungkin petualangan terbaikmu berikutnya justru datang dari genre yang sama sekali tidak kamu duga.